TIMES MEDAN, JAKARTA – Mantan pembalap MotoGP dan juara World Superbike, Sylvain Guintoli, menilai Toprak Razgatlioglu akan menjadi kekuatan luar biasa saat era baru MotoGP dimulai pada musim 2027. Menurut Guintoli, perubahan regulasi akan sangat menguntungkan gaya balap juara WorldSBK 2025 tersebut.
Guintoli menyebut Toprak sebagai talenta spesial yang mampu melakukan hal-hal “ajaib” di atas motor. Penilaian itu ia sampaikan berdasarkan pengalamannya melihat langsung kemampuan Toprak saat bekerja bersama tim tes BMW di World Superbike.
“Toprak adalah pebalap yang bisa melakukan sesuatu di atas motor yang tidak bisa dilakukan orang lain. Dia talenta yang sangat, sangat istimewa,” kata Guintoli seperti dikutip dari crash.net.
Keyakinan Guintoli semakin kuat karena MotoGP 2027 akan menggunakan mesin 850cc serta ban Pirelli, yang karakteristiknya dinilai sangat cocok dengan gaya balap Toprak. Selain itu, regulasi baru juga akan mengurangi kompleksitas perangkat seperti ride-height device, mendekati karakter motor yang selama ini dikuasai Toprak di World Superbike.
“DNA ban Pirelli sangat cocok dengan gaya balapnya. Kita tahu betapa cepatnya Toprak dengan motor yang lebih konvensional, seperti di Superbike. Karena itu, saya yakin pada 2027 dia akan menjadi senjata yang sangat berbahaya,” ujarnya.
Sementara itu, Guintoli mengakui musim debut Toprak di MotoGP bersama Pramac Yamaha pada balapan musim ini masih menyimpan banyak tanda tanya. Adaptasi dari motor Superbike ke MotoGP 1000cc dengan ban Michelin dan teknologi berbeda menjadi tantangan besar, ditambah belum terukurnya daya saing motor Yamaha saat ini.
Meski demikian, Guintoli menegaskan bahwa talenta alami Toprak membuatnya tetap layak dinantikan. “Musim awal mungkin berat, tapi jelas dia salah satu pebalap spesial. Potensinya di era baru MotoGP sangat besar,” pungkasnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Guintoli Yakin Toprak akan Jadi Senjata Mematikan MotoGP pada 2027
| Pewarta | : Wahyu Nurdiyanto |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |