https://medan.times.co.id/
Olahraga

Kevin De Bruyne Tinggalkan Manchester City: Dari Pembelian Gagal Menjadi Legenda

Sabtu, 05 April 2025 - 11:31
Kevin De Bruyne Tinggalkan Manchester City: Dari Pembelian Gagal Menjadi Legenda Kevin De Bruyne akan meninggalkan Manchester City di akhir musim 2025.

TIMES MEDAN, JAKARTA – Ketika Manchester City menggaet Kevin De Bruyne pada tahun 2015 dengan biaya transfer fantastis sekitar Rp1,3 triliun, banyak pihak meragukan keputusan tersebut.

Maklum, De Bruyne pernah dianggap gagal di Chelsea dan dilepas begitu saja. Namun, hampir satu dekade berlalu, sang gelandang asal Belgia kini akan meninggalkan Etihad Stadium sebagai salah satu legenda terbesar Premier League.

Tak banyak pemain yang mampu mengubah jalannya pertandingan seperti yang dilakukan De Bruyne di masa puncaknya. Ia menjadi pusat dari kekuatan dominan Manchester City di era Pep Guardiola. Ia menjadi andalan di lini tengah yang selalu mampu menyulap peluang menjadi gol.

Kini di usia 33 tahun, setelah dua musim terakhir diganggu cedera yang membatasi penampilannya, De Bruyne memutuskan akan meninggalkan City di akhir musim. Namun, warisannya sebagai salah satu playmaker terbaik sepanjang masa di Premier League sudah tak tergantikan.

“Sepak bola membawaku ke kota ini dan bertemu kalian semua. Aku mengejar mimpi tanpa tahu bahwa perjalanan ini akan mengubah hidupku,” kata De Bruyne.
“Kota ini, klub ini, dan orang-orangnya memberiku segalanya. Maka aku pun memberikan segalanya kembali! Dan, lihatlah — kami memenangkan segalanya.”

Sepanjang kariernya di Manchester City, De Bruyne mencatat 118 assist di Premier League, menjadikannya yang terbanyak kedua setelah Ryan Giggs (162 assist dalam 22 tahun).

Ia juga menyamai rekor Thierry Henry dengan 20 assist dalam satu musim (2019/2020) dan sejak debutnya pada 2015, tak ada pemain yang menciptakan lebih banyak peluang dari dirinya.

Total, De Bruyne terlibat dalam 280 gol untuk City di semua kompetisi, termasuk 174 assist — angka yang menakjubkan.

Dalam satu dekade berseragam City, ia berhasil mempersembahkan 6 gelar Premier League, 5 Piala Liga, 2 Piala FA (dengan peluang menambah satu lagi bulan depan), dan 1 trofi Liga Champions yang lama dinantikan klub tersebut.

Tak heran jika nama De Bruyne mulai disebut-sebut sebagai sosok yang pantas diabadikan dengan patung di luar Stadion Etihad.

“Saya berani bertaruh banyak uang bahwa patung De Bruyne akan dibangun. Tak ada keraguan, dia adalah salah satu yang terbaik sepanjang masa,” ujar manajer City, Pep Guardiola.

Dari "Pembelian Gagal" Jadi Maestro Etihad

Semua pencapaian ini terasa makin mengagumkan jika melihat awal kariernya di Inggris. Saat kembali ke Premier League setelah masa sukses di Jerman, salah satu media menyebutnya sinis sebagai "si penolakan Rp1,2 triliun", merujuk pada biaya transfernya sekitar 50 juta pound saat itu.

De Bruyne sebelumnya memang sempat "dibuang" oleh Chelsea di bawah asuhan Jose Mourinho. Ia jarang dimainkan, dipinjamkan dua kali, dan akhirnya meninggalkan Inggris menuju Bundesliga.

Namun, di VfL Wolfsburg, ia bersinar terang — mencetak 20 gol dan 37 assist dalam 73 pertandingan. Penampilan impresif itu membuat City berani menggelontorkan dana besar demi memulangkannya ke Inggris.

Sejak hari pertama di Etihad, De Bruyne sudah menyatakan ambisinya untuk mencapai level tertinggi. Dan ia membuktikan ucapannya.

Tak hanya piawai dalam menciptakan assist, De Bruyne juga memiliki kemampuan luar biasa dalam membaca permainan, mengeksekusi umpan yang presisi, dan mencetak gol dari luar kotak penalti. Ia kerap mencetak gol ke pojok atas gawang dengan teknik luar biasa — sebuah ancaman yang selalu menghantui lini belakang lawan.

Ketika Guardiola tiba di City pada 2016, ia tahu bahwa tim butuh banyak perombakan. Tapi di tengah semua perubahan, De Bruyne tetap jadi poros utama — tulang punggung kesuksesan tim selama satu dekade terakhir.

“Assist, gol, dan visinya di sepertiga akhir lapangan sangat sulit digantikan,” kata Guardiola.

“Banyak pemain bisa melakukan aksi hebat, tapi yang membuat De Bruyne istimewa adalah konsistensinya — selama bertahun-tahun, di banyak pertandingan. Dia terlibat di setiap gelar yang kami menangkan.” (reuters)

Pewarta : Wahyu Nurdiyanto
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Medan just now

Welcome to TIMES Medan

TIMES Medan is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.